Berhala: Kumpulan Cerita Pendek

Berhala Kumpulan Cerita Pendek Setelah Godlob cerpen dan Adam Ma rifat cerpen Danarto kembali menghadirkan kumpulan cerita pendek ketiga Berhala Semua kumpulan cerpen tersebut jelas menyiratkan jalan pemikiran

  • Title: Berhala: Kumpulan Cerita Pendek
  • Author: Danarto Umar Kayam
  • ISBN: 9795410113
  • Page: 344
  • Format: Paperback
  • Setelah Godlob 1975 9 cerpen dan Adam Ma rifat 1982 6 cerpen , Danarto kembali menghadirkan kumpulan cerita pendek ketiga, Berhala 1987 Semua kumpulan cerpen tersebut jelas menyiratkan jalan pemikiran Danarto, bahwa realitas yang tak nampak, jalin menjalin menjadi satu Seperti dunia dan akhirat.Berhala mendapatkan penghargaan dari Pusat Bahasa pada tahun 1990 danSetelah Godlob 1975 9 cerpen dan Adam Ma rifat 1982 6 cerpen , Danarto kembali menghadirkan kumpulan cerita pendek ketiga, Berhala 1987 Semua kumpulan cerpen tersebut jelas menyiratkan jalan pemikiran Danarto, bahwa realitas yang tak nampak, jalin menjalin menjadi satu Seperti dunia dan akhirat.Berhala mendapatkan penghargaan dari Pusat Bahasa pada tahun 1990 dan Pustaka Firdaus mendapat penghargaan sebagai penerbit Buku Utama jenis fiksi 1987 Saat ini, Berhala sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Belanda, Prancis dan Jepang.

    • Best Read [Danarto Umar Kayam] ☆ Berhala: Kumpulan Cerita Pendek || [Humor and Comedy Book] PDF ¶
      344 Danarto Umar Kayam
    • thumbnail Title: Best Read [Danarto Umar Kayam] ☆ Berhala: Kumpulan Cerita Pendek || [Humor and Comedy Book] PDF ¶
      Posted by:Danarto Umar Kayam
      Published :2019-09-25T00:44:16+00:00

    2 thoughts on “Berhala: Kumpulan Cerita Pendek

    1. Danarto dilahirkan pada tanggal 27 Juni 1941 di Sragen, Jawa Tengah Ayahnya bernama Jakio Harjodinomo, seorang mandor pabrik gula Ibunya bernama Siti Aminah, pedagang batik kecil kecilan di pasar.Setelah menamatkan pendidikannya di sekolah dasar SD , ia melanjutkan pelajarannya ke sekolah menengah pertama SMP Kemudian, ia meneruskan sekolahnya di sekolah menengah atas SMA bagian Sastra di Solo Pada tahun 1958 1961 ia belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia ASRI Yogyakarta jurusan Seni Lukis.Ia memang berbakat dalam bidang seni Pada tahun 1958 1962 ia membantu majalah anak anak Si Kuncung yang menampilkan cerita anak sekolah dasar Ia menghiasi cerita itu dengan berbagai variasi gambar Selain itu, ia juga membuat karya seni rupa, seperi relief, mozaik, patung, dan mural lukisan dinding Rumah pribadi, kantor, gedung, dan sebagainya banyak yang telah ditanganinya dengan karya seninya.Pada tahun 1969 1974 ia bekerja sebagai tukang poster di Pusat kesenian jakarta, Tam Ismail Marzuki Pada tahun 1973 ia menjadi pengajar di Akademi Seni Rupa LPKJ sekarang IKJ Jakarta.Dalam bidang seni sastra, Danarto lebih gemar berkecimpung dalam dunia drama Hal itu terbukti sejak tahun 1959 1964 ia masuk menjadi anggota Sanggar Bambu Yogyakarta, sebuah perhimpunan pelukis yang biasa mengadakan pameran seni lukis keliling, teater, pergelaran musik, dan tari Dalam pementasan drama yang dilakukan Rendra dan Arifin C Noor, Danarto ikut berperan, terutama dalam rias dekorasi.Pad tahun 1970 ia bergabung dengan misi Kesenian Indonesia dan pergi ke Expo 70 di Osaka, Jepang Pada tahun 1971 ia membantu penyelenggaraan Festival Fantastikue di Paris Pada tahun 1976 ia mengikuti lokakarya Internasional Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat, bersama pengarang dari 22 negara lainnya Pada tahun 1979 1985 bekerja pada majalah Zaman.Kegiatan sastra di luar negeri pun ia lakukan Hal itu dibuktikan dengan kehadirannya tahun 1983 pada Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.Tulisnanya yang berupa cerpen banyak dimuat dalam majalah Horison, seperti Nostalgia , Adam Makrifat , dan Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaekat Di antara cerpennya, yang berjudul Rintrik , mendapat hadiah dari majalah Horison tahun 1968 Pada tahun 1974 kumpulan cerpennya dihimpun dalam satu buku yang berjudul Godlob yang diterbitkan oleh Rombongan Dongeng dari Dirah Karyanya bersama sama dengan pengarang lain, yaitu Idrus, Pramudya Ananta Toer, A.A Navis, Umar Kayam, Sitor Situmorang, dan Noegroho Soetanto, dimuat dalam sebuah antologi cerpen yang berjudul From Surabaya to Armageddon 1975 oleh Herry Aveling Karya sastra Danarto yang lain pernah dimuat dalam majalah Budaya dan Westerlu majalah yang terbit di Australia.Dalam bidang film ia pun banyak memberikan sumbangannya yang besar, yaitu sebagai penata dekorasi Film yang pernah digarapnya ialah Lahirnya Gatotkaca 1962 , San Rego 1971 , Mutiara dalam Lumpur 1972 , dan Bandot 1978.

    2. Tahu novel ini dari teman yang lulusan Sastra Indonesia, katanya 'Berhala' adalah salah satu karya Danarto yang wajib banget dibaca. Sayangnya, waktu itu kumcer ini sempat langka di pasaran sehingga saya hanya bisa penasaran. Kemudian, ciduk pun bersambut, Berhala kembali diterbitkan dalam proyek #SastraPerjuangan sehingga saya bisa turut membaca gratis novel ini di kantor. Seperti pengalaman saat membaca Gergasi dulu, banyak hal yang bikin kaget saat membaca Berhala. Ciri khas Danarto yang sure [...]

    3. Nah, karena membaca sastra itu penting, dan pas bener mau tanggal muda, Mimin mau promoin satu buku #SastraPerjuangan yang oke banget, yakni Berhala. Buku ini adalah salah satu karya masterpiece dari Danarto, pertama kali dicetak pada tahun 1987 sebelum kemudian menjadi buku langka. Berhala mendapatkan penghargaan dari Pusat Bahasa pada tahun 1990, dan sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Belanda, Prancis dan Jepang. kumcer ini lahir setelah dua kumpulan cerpen Danarto yakni Dodlob (1975: 9 ce [...]

    4. Saya tidak tahu mengapa Danarto memberi judul BERHALA pada kumpulan cerpen yang ini. Padahal tidak ada satu pun cerpen dalam buku ini yang bertajuk Berhala. Hal ini didasari biasanya ada satu judul cerpen yang dijadikan judul buku. Ini tidak. Mungkin ini menjadi rahasia yang patut dipecahkan sampai akhir pembacaan. Satu lagi hal unik yang perlu ditelaah, adalah foto Danarto di sampul belakang.Di foto itu Danarto duduk di kursi bercat putih, dengan sepotong semangka merah. Mungkin ini biasa saja, [...]

    5. Danarto adalah seorang penulis yang dikenal tidak produktif, sesuatu hal yang diakui sendiri olehnya. Selama kurun waktu 12 tahun, antara 1975 - 1987, ia hanya menghasilkan 3 buku kumpulan cerpen, Godlob (1975), Adam Ma’rifat (1982) dan Berhala (1987). Namun selebihnya ia mengisi waktu dengan melukis.Kepiawaiannya dalam menulis karya sastra cerpen, tampak jelas mewakili suatu pergulatan intens antara visi, filosofi dan latar sosio-kultural, yang sukses mengaduk-aduk emosi pembaca. Pengamatanny [...]

    6. Kenapa kumpulan cerpen ini judulnya "Berhala"? Padahal dalam daftar isinya, tak ada satupun judul yang menyebutkan hal itu. Saya nyicil membacanya, sekaligus menelusuri setiap jalan cerita dari tiga belas judul yang termuat dalam buku ini. Mengingat berhala hanyalah "tanda" dari yang kita agungkan, yang kita puja dan banggakan. Dan tentunya, berhala bisa berupa apa saja: pangkat, jabatan, anak, kepintaran, bahkan cendera mata. Selama ini berhala selalu diidentikkan dengan patung yang dipuja. Bah [...]

    7. dengan menggunakan kata ganti orang pertama, hampir semua cerpen-cerpen di dalamnya mampu menyeret saya untuk menjadi tokoh "saya" dalam ceritanya. dengan bahasa yang sederhana, juga sesekali terselip kata dalam bahasa jawa dan jumpingnya yang smooth, membuat saya merasa ikut mengalir dalam ceritanya. dan tentu saja ending yang tak terduga. keren!

    8. Hahaha Agak subjektif mungkin karena saya memang adalah pengagum Danarto. Tapi rasanya memang pantas kok diberi rating segitu. Agak kecewa karena saat membaca pengantar tentang kumpulan cerpen ini dari umar kayam ada banyak spoilernya. Jadinya ya gimana gitu deh :)Tapi tetap aja Mbah Danarto buat saya ketawa-ketawa sendiri karena terlalu kagum dengan cerita2 yang dia buat :)

    9. Magical realism. Keklenikan dan kemistikan berpacu dengan eh (bukan melodi) logika dan realita, sesuatu yang tidak mungkin menjadi biasa-biasa saja, sepele. BUkan berarti hanya kumpulan dongeng kosong ala nina bobo tapi ada 'pesan rahasia' yang nampaknya atau pastinya ingin Danarto bagikan kepada pembacanya: tentang hidup, kepercayaan, budaya, dsb. Bacalah, resapilah, dan pikirkanlah.

    10. entahlah bacanya agak2 gmn gt setauku danarto bikin cerpen yang religius eh, kok disini banyak adegan2 aneh :(

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *