Godlob: Kumpulan Cerita Pendek

Godlob Kumpulan Cerita Pendek Cerpen cerpen Danarto adalah parabel parabel religius yang luar biasa kaya dinamika dan daya imajinasinya Tradisional tetapi sekaligus kontemporer Gambaran mempesona tentang eksistensi manusia dari su

  • Title: Godlob: Kumpulan Cerita Pendek
  • Author: Danarto
  • ISBN: null
  • Page: 430
  • Format: Paperback
  • Cerpen cerpen Danarto adalah parabel parabel religius yang luar biasa kaya dinamika dan daya imajinasinya Tradisional tetapi sekaligus kontemporer Gambaran mempesona tentang eksistensi manusia dari sudut pandangan orang Jawa Meramu dua dunia dunia nyata sehari hari dan sebuah dunia di luar batas logika, konvensi, dan indera.

    • ☆ Godlob: Kumpulan Cerita Pendek || ☆ PDF Read by ↠ Danarto
      430 Danarto
    • thumbnail Title: ☆ Godlob: Kumpulan Cerita Pendek || ☆ PDF Read by ↠ Danarto
      Posted by:Danarto
      Published :2019-09-16T23:17:23+00:00

    2 thoughts on “Godlob: Kumpulan Cerita Pendek

    1. Danarto dilahirkan pada tanggal 27 Juni 1941 di Sragen, Jawa Tengah Ayahnya bernama Jakio Harjodinomo, seorang mandor pabrik gula Ibunya bernama Siti Aminah, pedagang batik kecil kecilan di pasar.Setelah menamatkan pendidikannya di sekolah dasar SD , ia melanjutkan pelajarannya ke sekolah menengah pertama SMP Kemudian, ia meneruskan sekolahnya di sekolah menengah atas SMA bagian Sastra di Solo Pada tahun 1958 1961 ia belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia ASRI Yogyakarta jurusan Seni Lukis.Ia memang berbakat dalam bidang seni Pada tahun 1958 1962 ia membantu majalah anak anak Si Kuncung yang menampilkan cerita anak sekolah dasar Ia menghiasi cerita itu dengan berbagai variasi gambar Selain itu, ia juga membuat karya seni rupa, seperi relief, mozaik, patung, dan mural lukisan dinding Rumah pribadi, kantor, gedung, dan sebagainya banyak yang telah ditanganinya dengan karya seninya.Pada tahun 1969 1974 ia bekerja sebagai tukang poster di Pusat kesenian jakarta, Tam Ismail Marzuki Pada tahun 1973 ia menjadi pengajar di Akademi Seni Rupa LPKJ sekarang IKJ Jakarta.Dalam bidang seni sastra, Danarto lebih gemar berkecimpung dalam dunia drama Hal itu terbukti sejak tahun 1959 1964 ia masuk menjadi anggota Sanggar Bambu Yogyakarta, sebuah perhimpunan pelukis yang biasa mengadakan pameran seni lukis keliling, teater, pergelaran musik, dan tari Dalam pementasan drama yang dilakukan Rendra dan Arifin C Noor, Danarto ikut berperan, terutama dalam rias dekorasi.Pad tahun 1970 ia bergabung dengan misi Kesenian Indonesia dan pergi ke Expo 70 di Osaka, Jepang Pada tahun 1971 ia membantu penyelenggaraan Festival Fantastikue di Paris Pada tahun 1976 ia mengikuti lokakarya Internasional Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat, bersama pengarang dari 22 negara lainnya Pada tahun 1979 1985 bekerja pada majalah Zaman.Kegiatan sastra di luar negeri pun ia lakukan Hal itu dibuktikan dengan kehadirannya tahun 1983 pada Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.Tulisnanya yang berupa cerpen banyak dimuat dalam majalah Horison, seperti Nostalgia , Adam Makrifat , dan Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaekat Di antara cerpennya, yang berjudul Rintrik , mendapat hadiah dari majalah Horison tahun 1968 Pada tahun 1974 kumpulan cerpennya dihimpun dalam satu buku yang berjudul Godlob yang diterbitkan oleh Rombongan Dongeng dari Dirah Karyanya bersama sama dengan pengarang lain, yaitu Idrus, Pramudya Ananta Toer, A.A Navis, Umar Kayam, Sitor Situmorang, dan Noegroho Soetanto, dimuat dalam sebuah antologi cerpen yang berjudul From Surabaya to Armageddon 1975 oleh Herry Aveling Karya sastra Danarto yang lain pernah dimuat dalam majalah Budaya dan Westerlu majalah yang terbit di Australia.Dalam bidang film ia pun banyak memberikan sumbangannya yang besar, yaitu sebagai penata dekorasi Film yang pernah digarapnya ialah Lahirnya Gatotkaca 1962 , San Rego 1971 , Mutiara dalam Lumpur 1972 , dan Bandot 1978.

    2. Kaget jg waktu ada temen pecinta baca yg bilang belom pernah baca buku ini. Gw akan share ke dia deh. Ini adalah kumpulan cerpen yang sangat sangat sangat sangat dahsyat Simak sample berikut :Paragraf pertama di Godlob.Gagak-gagak hitam bertebahan dari angkasa, sebagai gumpalan-gumpalan batu yang dilemparkan, kemudian mereka berpusar-pusar, tiap-tiap gerombolan membentuk lingkaran sendiri-sendiri, besar dan kecil, tidak keruan sebagai benang kusut. Laksana setan maut yang compang-camping mereka [...]

    3. Tema ketuhanan memang begitu kental dalam cerpen-cerpen Danarto, tetapi di buku ini tema itu begitu dominan menguasai. Berulang kali tokoh-tokohnya menyuarakan nihilisme dalam hidup. Berulang kali pula Danarto membolak-balik perkataan sehingga kelihatannya apa yang ditulisnya itu membingungkan. Tetapi pembaca yang sudah pernah membaca karya Rumi, literatur-literatur tentang sufi, atau setidaknya komik tentang perjalanan hidup Budhha Gautama, akan bisa sedikit memahami apa yang dimaksud Danarto d [...]

    4. Buku kedua saya setelah kumpulan cerpen "Adam Makrifat" milik simbah. Dulu waktu lihat di toko buku. Membaca komentar-komentar para pakar di bagian belakang kumcer ini membuat aku semakin penasaran ingin cepat baca. Cerita pertama Godlob membuatku kehilangan mood. Dan akhirnya buku ini sempat saya selingin dengan membaca buku-buku yang lain dulu. Dan akhirnya saat fikiranku udah fresh. Aku lanjutin buat baca kumcer ini. Cerpen "Godlob" ternyata hanya pada bagian awalnya saja terasa berat. Setela [...]

    5. Pertama baca kumcer Godlob ini, saya memang tidak terlalu paham. Namun, saya nikmati dan baca sampai selesai. Satu kata lah buat Mbah Danarto, gila. Kisah Rintrik dan Salome yang paling berkesan.

    6. Membaca kumpulan cerita pendek karya Danarto ini membuat saya gila. Betul-betul pusing saya dibuatnya. Dalam cerita Godlob, seorang ayah tega membunuh anaknya demi mendapatkan gelar pahlawan untuk sang anak. Atau cerita Salome dalam Asmaradana yang bercita-cita melihat wajah Tuhan. Hanya satu yaitu cerita pendek Abrakadabra paragraf pertama yang menurut saya pesannya sangat mengena,"Jika itu sabda Tuhan, suruhlah batu menggoyangkannya. Jika itu kebenaran, suruhlah pohon menyanyikannya. Jika itu [...]

    7. Dalam kumpulan cerpen ini, Danarto berusaha mengajak kita menemui ruang pertemuan spiritual yang sangat magis. Bagi saya, karya Danarto dalam kumcer ini sangat menggugah sisi kemanusiaan paling ujung, yaitu sentuhan manusia dengan yang-trasenden, boleh sebut itu tuhan, semesta, atau kegaiban apapun.Danarto cukup apik membungkus semua 'pesan' yang ingin ia sampaikan dalam bentuk 'sense of tragic' yang lembut tapi dalam. Seolah-olah kita dibawa kedalam dunianya yang begitu gelap, begitu asing, tap [...]

    8. Saya paling suka tokoh rintrik,saya sendiri gak bisa memahami sepenuhnya cerpen cerpen pak danarto.Tapi tiap selesai baca memang ada kesan tertinggal.Sekat sekat spiritual saya terasa longgar setelah baca kumcer ini.Ada hamlet, bekakakan, dan tokoh tokoh yang berdiri sendiri.Seolah bergerak dan di luar kuasa pengarangnya.Saya sendiri heran, mengapa alurnya antrup tapi seperti bukan cerita kebanyakan cerpen.Konfliknya, penyelesaiannya, dialognya semuanya ngena.Saya kasih empat bintang karena meni [...]

    9. Buku yang sangat menakjubkan. Pembaca diajak bertamasya secara seperitual dengan teks-teks dan ruang-ruang makna yang begitu luas. Buku yang sampai kapanpun relevan untuk dibaca ulang dan intergrasikan dengan konteks sosial budaya--kapan buku itu akan dibaca lagi. Luar biasa.

    10. Awalnya bagus dan keren. (sampai harus dibaca dua kali ending cerita pertama)Hingga pertengahan akhir ceritanya kurang menarik dan kesannya dagelan banget.Tapi tetap respek pada karya Pak Danarto. Cerita favorit saya apalagi kalo bukan cerita yang tentang permaisuri "Salome"

    11. Ini adalah salah satu buku kumpulan cerpen terbaik sepanjang masa karya sastrawan dalam negeri.Gaya penulisan dan ide-ide imaginatif Danarta jauh melampaui zamannya. Wajib dibaca oleh seluruh orang Indonesia.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *